Ketika Jokowi terpilih sebagai Presiden RI di tahun 2014, isi pidatonya yang masih saya ingat kira-kira tentang kehebatan potensi laut nusantara. Kita telah lama memunggungi samudra, laut, selat, dan teluk. Mulai
hari ini, kita kembalikan kejayaan nenek moyang sebagai pelaut
pemberani. Jalesveva jayamahe, kita siap menyongsong badai dan gelombang di atas kapal bernama Republik
Indonesia.
Bagi saya pribadi, tiada paradigma tentang laut yang berubah dari benak. Ketika teman-teman sekelas di SMA kemping ke gunung, berpuluh tahun lalu, saya malah mengajak Udin ke laut. Memandang laut seakan memandang papa, yang kini telah almarhum, Allahummagfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu. Sebagian tahun-tahun hidupnya dihabiskan di pesisir selatan, sekaligus misi pemasyarakatan penduduk pesisir dari sisa-sisa paham komunis. Beliau pula yang memancang tiang-tiang radar di perbukitan demi menyokong komunikasi dalam operasi Dwikora. Then, i always love the sea. Deburan ombak yang seolah denyut nadi, seakan zikir "la ilaha illallah". Bahkan Lautan sering menjadi personifikasi, semacam lautan ilmu, lautan bobotoh, atau pun samudera kehidupan.
Kemudian tak sengaja pula saya bertemu dengan mas Santo, eks dosen yang telah bergelar profesor. Saya kemudian terlibat dalam pengumpulan tulisannya, merangkai, dan mewujudkan dalam sebuah buku di tahun 2015. Anymore then, I love the match : Nasionalisme, Laut, dan Sejarah
Indonesia saat itu telah lama memunggungi laut dan samudera, maka saatnya untuk mengembalikan semuanya.
“Sehingga ‘Jalesveva Jayamahe’, di laut kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Membandingkan Pidato Presiden Jokowi pada 2014 dan 2019", https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/20/183648065/membandingkan-pidato-presiden-jokowi-pada-2014-dan-2019?page=all.
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Membandingkan Pidato Presiden Jokowi pada 2014 dan 2019", https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/20/183648065/membandingkan-pidato-presiden-jokowi-pada-2014-dan-2019?page=all.
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Indonesia saat itu telah lama memunggungi laut dan samudera, maka saatnya untuk mengembalikan semuanya.
“Sehingga ‘Jalesveva Jayamahe’, di laut kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Membandingkan Pidato Presiden Jokowi pada 2014 dan 2019", https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/20/183648065/membandingkan-pidato-presiden-jokowi-pada-2014-dan-2019?page=all.
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Membandingkan Pidato Presiden Jokowi pada 2014 dan 2019", https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/20/183648065/membandingkan-pidato-presiden-jokowi-pada-2014-dan-2019?page=all.
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Indonesia saat itu telah lama memunggungi laut dan samudera, maka saatnya untuk mengembalikan semuanya.
“Sehingga ‘Jalesveva Jayamahe’, di laut kita jaya, sebagai semboyan kita di masa lalu bisa kembali
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Membandingkan Pidato Presiden Jokowi pada 2014 dan 2019", https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/20/183648065/membandingkan-pidato-presiden-jokowi-pada-2014-dan-2019?page=all.
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Membandingkan Pidato Presiden Jokowi pada 2014 dan 2019", https://www.kompas.com/tren/read/2019/10/20/183648065/membandingkan-pidato-presiden-jokowi-pada-2014-dan-2019?page=all.
Penulis : Rosiana Haryanti
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

