Sinopsis
Disuatu perumahan, Dalam hujan Desember 1984, lahir seorang bayi laki-laki dari rahim ibu Susan yang bersuamikan Anton Wicaksono. Sang bayi diberi nama Papin (baca : Papang), tatkala sang ayah terinspirasi pemain sepakbola handal Perancis saat itu Jean Michael Papin. Rupanya Papang adalah kosa kata bahasa sunda yang berarti buang air kecil. Secara kebetulan sang anak dalam perjalanan menuju kedewasaannya sering menemui kesialan : raport merah, terbawa arus sungai meski terselamatkan, ditodong preman hingga dikencingi orang gila. Papin mengeluh dan ayahnya berinisiatif mengganti nama agar Papin tidak mengalami kesialan lagi. Ia lantas memberi nama baru sang anak : Raden Wongso. Papin alias Raden Wongso menerima diri dengan nama barunya hingga suatu saat ia menjadi korban salah tangkap polisi karena dianggap anggota kriminal kelompok Damar Wongso. Hidupnya pun kerap dicekam ketakutan, hingga kegelisahan Raden Wongso direspon orang tuanya. Orang tua atas saran beberapa pihak memberinya nama baru : Rian Baratha Mulyawan. Disini persoalan kesialan berhenti dan Rian alias Raden Wongso alias Papin menjalani kehidupannya dengan riang.
Suatu ketika dalam ujian PTN, Rian dicurigai menjadi joki karena namanya berbeda dengan KTP. Pun juga ketika memenangkan sebuah perlombaan kreativitas. Saat akan mengambil hadiah, Rian menyodorkan KTP yang ternyata KTP itu dibuat ketika ia bernama Raden Wongso. Rian ngotot mendapatkan haknya dan panitia juga ngotot menyatakan bahwa ia bukanlah Rian Baratha, yang memenangkan perlombaan sesuai data di panitia. Keributan itu ditangani kepolisian dan Rian kembali diperiksa polisi. Rian lantas merenung.
Disuatu pagi yang cerah Rian menghampiri orang tuanya. Kali ini ia yang meminta nama baru.
No comments:
Post a Comment