Tuesday, April 23, 2019





Tak banyak kalangan profesional - intelektual yang menuliskan sendiri pengalaman dan pengetahuannya atas beragam hal di Indonesia. Salah satunya adalah Jusman Syafii Djamal, Menteri Perhubungan era Pemerintahan SBY. Sudah enam buku lahir dari tangan sendiri, dimana empat di antaranya adalah tetralogi catatan Facebook, yang mengulas tentang leadership, strategy, innovation, dan tides of technology.  

Buku Strategy berisi bagaimana proses pengambilan keputusan dalam situasi yang tak menentu? Pikirkan dengan matang dan penuh kehati-hatian. Keputusan cepat harus segera diambil, tapi bukanlah keputusan yang terburu-buru dan tanpa hitungan resiko. Bagaimana dengan strategi? Ia merupakan fenomena dan seni tatakelola untuk memilih jalan tercepat tanpa kendala menuju tujuan. Seni untuk memisahkan mana bahaya jangka pendek, mana resiko jangka panjang, dan segala alternatif mitigasi resikonya. 
 
Pentingnya memahami makna ketidakpastian dan peranan strategi dalam kehidupan sehari-hari telah membuat Jusman Syafii Djamal tergerak untuk menulis sejumlah catatan yang dikumpulkannya dalam Facebook. Buku ini kemudian ditulis dengan judul Notes on Strategy and Techno Economy, berdasarkan ketertarikannya pada Schumpeter, seorang ekonom yang memiliki background teknologi dan terkenal dengan teorinya tentang “Creative Destruction” dan “Innovation”.

Buku ini menjadi catatan pengalaman masa lalu seorang insinyur perancang pesawat terbang yang menekuni bidang keahlian aerodinamika dan new product development. Betapa gagasan yang berangkat dari pengalaman Jusman Syafiie Djamal selama lebih dari 20 tahun bekerja di dunia penerbangan, juga sebagai pembuat berbagai feasibility study tentang produk unggulan masa depan, sangat layak sebagai referensi kebangkitan inovasi Bangsa Indonesia.

Buku Inovasi berisi tema-tema bahwa hingga kini, kita sebagai bangsa belum memiliki politik inovasi yang ajeg dan konsisten. Politik untuk membangun kesejahteraan bangsa dengan kekuatan inovasi bersumber penguasaan iptek oleh bangsa sendiri. Peran penguasaan teknologi belum berlangsung terstruktur, sistematis, dan masif, dalam kebijakan industri yang diterapkan. 

Inovasi hanya berguna jika ditempatkan dalam perspektif peningkatan daya saing di pasar, baik pasar domestik maupun mancanegara. Karenanya, kata inovasi selalu disangkutpautkan dengan upaya membangkitkan kekuatan produktif dalam masyarakat. Produktivitas selalu diukur dengan rasio output dibagi input per satuan tenaga kerja per satuan waktu. Berapa besar investasi yang harus dibangkitkan untuk melahirkan output revenue tertentu, menjadi fokus utama. Karenanya, inovasi selalu diidentikkan dengan kata engine for economic growth

Inilah sebab buku trilogi ketiga ini diberi judul Notes on the Economics of Innovation, berisi catatan-catatan Jusman dalam Facebook yang bicara sejumlah gagasannya terkait ekonomi inovasi untuk Bangsa Indonesia. 

Buku keempat tentang teknologi telah menunjukkan kepada kita semua tentang ketidakabadian lansekap serta ekosistem bisnis dan ekonomi politik di sekitar kita. Kemajuan teknologi sebagai solusi problema yang dihadapi oleh masyarakat berjalan dalam dialektika. Teknologi sebagai solusi pada satu masa, akan menjadi masalah baru pada masa berikutnya, yang menjadi lahan subur bagi tumbuhnya benih teknologi baru sebagai solusi. Teknologi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi di suatu era, menjadi penggerak perubahan dan ombak pertumbuhan teknologi baru. A tide of technology in turbulence times.

Tides of technology merupakan pasang surut ombak perubahan teknologi yang mampu menjadi gelombang perubahan lansekap bisnis dan tata kelola. Dalam kenyataan masa kini, dunia maya telah masuk ke dalam ruang hidup kita, mengenalkan istilah “dampak media sosial” dan bisnis online dalam pola hidup sehari-hari. Teknologi big data analysis dan cloud computing, yang berkembang di atas kemajuan gawai atau devices dan perangkat lunak dengan pelbagai algoritmanya, telah menyebabkan kita beranjak dari satu gelombang revolusi industri ke gelombang revolusi industri berikutnya tanpa terasa.

Buku keempat dari tetralogi catatan Facebook Jusman Syafii Djamal ini menjelaskan banyaknya istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan fenomena kecepatan perubahan teknologi. The tides of technology yang berwujud kurva S telah mengalir setiap detik, berpindah dari satu platform bisnis ke platform bisnis yang berbeda. Kita dipaksa oleh keadaan untuk bersilancar dari satu ombak kemajuan teknologi ke ombak teknologi berikutnya.
 


No comments: