Tak banyak kalangan profesional - intelektual yang menuliskan sendiri pengalaman dan pengetahuannya atas beragam hal di Indonesia. Salah satunya adalah Jusman Syafii Djamal, Menteri Perhubungan era Pemerintahan SBY. Sudah enam buku lahir dari tangan sendiri, dimana empat di antaranya adalah tetralogi catatan Facebook, yang mengulas tentang leadership, strategy, innovation, dan tides of technology.
Buku Strategy berisi bagaimana proses
pengambilan keputusan dalam situasi yang tak menentu? Pikirkan dengan matang
dan penuh kehati-hatian. Keputusan cepat harus segera diambil, tapi bukanlah
keputusan yang terburu-buru dan tanpa hitungan resiko. Bagaimana dengan
strategi? Ia merupakan fenomena dan seni tatakelola untuk memilih jalan
tercepat tanpa kendala menuju tujuan. Seni untuk memisahkan mana bahaya jangka
pendek, mana resiko jangka panjang, dan segala alternatif mitigasi resikonya.
Pentingnya memahami
makna ketidakpastian dan peranan strategi dalam kehidupan sehari-hari telah membuat
Jusman Syafii Djamal tergerak untuk menulis sejumlah catatan yang dikumpulkannya
dalam Facebook. Buku ini kemudian ditulis dengan judul Notes on Strategy and
Techno Economy, berdasarkan ketertarikannya pada Schumpeter, seorang ekonom
yang memiliki background teknologi
dan terkenal dengan teorinya tentang “Creative Destruction” dan “Innovation”.
Buku ini menjadi catatan
pengalaman masa lalu seorang insinyur perancang pesawat terbang yang menekuni
bidang keahlian aerodinamika dan new
product development. Betapa gagasan yang berangkat dari pengalaman Jusman Syafiie
Djamal selama lebih dari 20 tahun bekerja di dunia penerbangan, juga sebagai pembuat
berbagai feasibility study tentang
produk unggulan masa depan, sangat layak sebagai referensi kebangkitan inovasi
Bangsa Indonesia.
Buku Inovasi berisi tema-tema bahwa hingga
kini, kita sebagai bangsa belum memiliki politik inovasi yang ajeg dan
konsisten. Politik untuk membangun kesejahteraan bangsa dengan kekuatan inovasi
bersumber penguasaan iptek oleh bangsa sendiri. Peran penguasaan teknologi
belum berlangsung terstruktur, sistematis, dan masif, dalam kebijakan industri
yang diterapkan.
Inovasi
hanya berguna jika ditempatkan dalam perspektif peningkatan daya saing di
pasar, baik pasar domestik maupun mancanegara. Karenanya, kata inovasi selalu
disangkutpautkan dengan upaya membangkitkan kekuatan produktif dalam
masyarakat. Produktivitas selalu diukur dengan rasio output dibagi input per satuan
tenaga kerja per satuan waktu. Berapa besar investasi yang harus dibangkitkan
untuk melahirkan output revenue
tertentu, menjadi fokus utama. Karenanya, inovasi selalu diidentikkan dengan
kata engine for economic growth.
Inilah
sebab buku trilogi ketiga ini diberi judul Notes
on the Economics of Innovation, berisi catatan-catatan Jusman dalam
Facebook yang bicara sejumlah gagasannya terkait ekonomi inovasi untuk Bangsa
Indonesia.
Buku keempat tentang teknologi telah menunjukkan kepada kita semua tentang ketidakabadian
lansekap serta ekosistem bisnis dan ekonomi politik di sekitar kita. Kemajuan teknologi sebagai solusi problema yang dihadapi oleh masyarakat berjalan dalam dialektika. Teknologi sebagai solusi pada satu
masa, akan menjadi masalah baru pada masa berikutnya, yang menjadi lahan subur bagi tumbuhnya benih teknologi baru sebagai
solusi. Teknologi sebagai mesin pertumbuhan ekonomi di suatu era, menjadi penggerak perubahan dan ombak pertumbuhan teknologi
baru. A tide of technology in turbulence times.
Tides of technology merupakan pasang surut ombak
perubahan teknologi yang mampu menjadi gelombang perubahan lansekap bisnis dan
tata kelola. Dalam kenyataan masa kini, dunia maya telah masuk ke dalam ruang
hidup kita, mengenalkan istilah “dampak media sosial” dan bisnis online dalam pola hidup sehari-hari.
Teknologi big data analysis dan cloud computing, yang berkembang di atas
kemajuan gawai atau devices dan
perangkat lunak dengan pelbagai algoritmanya, telah menyebabkan kita beranjak
dari satu gelombang revolusi industri ke gelombang revolusi industri berikutnya
tanpa terasa.
Buku keempat dari tetralogi catatan Facebook Jusman Syafii Djamal ini
menjelaskan banyaknya istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan
fenomena kecepatan perubahan teknologi. The
tides of technology yang berwujud kurva S telah mengalir setiap detik, berpindah dari satu platform bisnis ke platform bisnis yang berbeda. Kita dipaksa oleh keadaan untuk bersilancar
dari satu ombak kemajuan teknologi ke ombak teknologi berikutnya.




No comments:
Post a Comment