Bangun tidur pagi ini kesiangan, maklum ngantuk banget dan semalam habis main PS sampai larut. berhubung istri dan si kasepkid sedang tinggal di serpong tempat adiknya, waktu tak terasa bergulir hingga aku kecapean dan tidur.
Paginya aku baru bangun tidur, sehabis subuh yang kesiangan itu, kurasakan perut ini terasa sangat lapar. Kufikir, pasti karena semalam tidak makan maka pagi ini perut melilit berteriak minta diisi. ya sudah aku segera mandi dan berangkat kerja. kusempatkan mampir di warung nasi padang dan memesan nasi serta lauk kulit. disebelahku dua orang prajurit juga tengah sarapan nasi padang. Si empu warung menyiapkan nasi cadangan bagi mereka sekiranya dua tentara itu masih merasa lapar, maklum, namanya juga tentara tegap dan besar.
Ndilalah, mau tahu ? ternyata dua tentara itu makannya sedikit saja, tidak memakan nasi cadangan yang dipersiapkan empunya warung. Aku sendiri yang tidak disediakan nasi cadangan, meminta tambahan nasi karena perut ini masih meminta makan. Kedua tentara itu sejenak melihat aku makan dan (mungkin) berfikir : "Gembul juga pemuda kurus ini". Porsi sepiring saja sudah cukup banyak apalagi menambah nasi.
Dalam hati aku berujar singkat, maklum saja pak, dari semalam belum makan jadinya pagi ini perut begitu lapar.
Tukang warung pun tersenyum. Mungkin dia berfikir :"Salah kira aku. Kufikir tentara itu akan makan anyak sehingga kuberi nasi tambahan. Tak tahunya mereka makan secukupnya. Kukira si pemuda kurus itu makannya memang sedikit sehingga tak kusiapkan nasi tambahan, tak tahunya malah ia yang minta tambah"
Paginya aku baru bangun tidur, sehabis subuh yang kesiangan itu, kurasakan perut ini terasa sangat lapar. Kufikir, pasti karena semalam tidak makan maka pagi ini perut melilit berteriak minta diisi. ya sudah aku segera mandi dan berangkat kerja. kusempatkan mampir di warung nasi padang dan memesan nasi serta lauk kulit. disebelahku dua orang prajurit juga tengah sarapan nasi padang. Si empu warung menyiapkan nasi cadangan bagi mereka sekiranya dua tentara itu masih merasa lapar, maklum, namanya juga tentara tegap dan besar.
Ndilalah, mau tahu ? ternyata dua tentara itu makannya sedikit saja, tidak memakan nasi cadangan yang dipersiapkan empunya warung. Aku sendiri yang tidak disediakan nasi cadangan, meminta tambahan nasi karena perut ini masih meminta makan. Kedua tentara itu sejenak melihat aku makan dan (mungkin) berfikir : "Gembul juga pemuda kurus ini". Porsi sepiring saja sudah cukup banyak apalagi menambah nasi.
Dalam hati aku berujar singkat, maklum saja pak, dari semalam belum makan jadinya pagi ini perut begitu lapar.
Tukang warung pun tersenyum. Mungkin dia berfikir :"Salah kira aku. Kufikir tentara itu akan makan anyak sehingga kuberi nasi tambahan. Tak tahunya mereka makan secukupnya. Kukira si pemuda kurus itu makannya memang sedikit sehingga tak kusiapkan nasi tambahan, tak tahunya malah ia yang minta tambah"
No comments:
Post a Comment